Jepang Akan Memberikan Tes Antibodi Untuk Mengatasi Covid-19

Pemerintahan Jepang menggelindingkan gelombang baru test anti-bodi Virus Corona COVID-19 pada seputar 15.000 wargnya. Test akan selesai di akhir 2020, waktu pemerintahan berusaha pahami dengan lebih bagus rasio penebaran wabah COVID-19 di negara itu.

Menteri Kesehatan Jepang Norihisa Tamura menjelaskan, test itu akan dikerjakan di Tokyo, Osaka, dan tiga prefektur lain, terhitung Miyagi, Aichi, dan Fukuoka.

Belakangan ini, Jepang mencatat rekor jumlah masalah penyebaran COVID-19, dengan kota-kota besar, terhitung Tokyo dan Osaka, minta usaha hiburan malam menyingkat jam operasional mereka untuk menahan penebaran Virus Corona.

Menurut kementerian itu, hasil test itu akan menolong beberapa petugas kesehatan pahami lebih tepat mengenai seberapa jauh wabah sudah menebar di Jepang. Hal tersebut bisa saja sebab anti-bodi untuk menantang virus corona akan tampil bahkan juga pada mereka yang tidak mempunyai tanda-tanda.

Beberapa orang yang kenakan masker untuk menolong mengungkung penebaran virus corona COVID-19 menanti untuk seberang jalan di Tokyo, Jepang, Rabu (28/10/2020). Tokyo memverifikasi lebih dari 170 masalah virus corona COVID-19 baru pada 28 Oktober 2020.

Pada Juni, Jepang mengetes anti-bodi Virus Corona pada seputar 8.000 orang, dengan hasil memperlihatkan tingkat penyebaran sebesar 0,10 % di Tokyo, pusat penebaran pandemi di negara itu. Sesaat tingkat penyebaran di prefektur Osaka dan Miyagi semasing terdaftar sebesar 0,17 % dan 0,03 %

Beberapa ahli kesehatan menjelaskan hasil itu memperlihatkan jika penebaran coronavirus di tiga daerah itu benar-benar terbatas, sebab angkanya terdaftar lebih rendah dibanding tingkat penyebaran seputar 20 % yang teridentifikasi di New York dan 5 % di Spanyol.

Berpengaruh Ke Wilayah Tokyo

Beberapa restaurant kembali lagi dibuka di Tokyo, Jepang, sesudah sempat tutup karena wabah corona Covid-19. Tetapi, pemerintahan kota Tokyo minta satu kali lagi supaya restaurant memersingkat jam operasinya mulai akhir minggu ini.

Keinginan itu dikatakan oleh Gubernur Tokyo Yuriko Koike selaku respon bertambahnya infeksi virus corona. Hal tersebut ditetapkan cuman dua bulan sesudah mengambil keinginan awalnya supaya restaurant tutup lebih cepat.

Pemerintahan Tokyo akan memberi 400 ribu yen atau Rp54 juta berbentuk suport keuangan ke usaha di sejumlah besar kota yang patuhi keinginan untuk tutup pada jam 10 malam, mulai Sabtu sampai 17 Desember 2020.

“Ibu-kota ada pada kondisi yang paling serius dalam soal infeksi,” kata Koike dalam pertemuan jurnalis. “Saya pahami jika keadaan sekarang ini mewajibkan dilakukan perlakuan selanjutnya.”

Pengurangan jam kerja dipandang bisa dibuktikan efisien dalam menahan infeksi. Pada keinginan penutupan restaurant lebih cepat awalnya, berlangsung pengurangan jumlah masalah corona covid-19 baru.

Gelombang Ke-3

Keinginan Tokyo untuk menyingkat jam membuka, tiba sesudah memverifikasi 401 masalah baru infeksi corona, belakangan ini. Banyaknya orang yang jatuh sakit kronis sesudah terjangkit virus capai 54, angka paling tinggi semenjak kondisi genting yang dipublikasikan sebab virus ditarik di akhir Mei 2020.

Jepang memberikan laporan lebih dari 1.900 masalah baru virus corona pada Rabu lalu sebab lagi alami apa yang oleh beberapa pakar klinis dikatakan sebagai “gelombang ke-3 ” infeksi.

Yasutoshi Nishimura, menteri yang bertanggungjawab atas respon virus Jepang, menjelaskan tiga minggu di depan bisa menjadi “penting” untuk menahan penebaran virus dan membuat perlindungan mekanisme klinis negara yang tegang karena wabah.

Saat itu, pemerintahan metropolitan akan hentikan penerbitan dan pemasaran coupon potongan harga di bawah program bantuan pemerintahan yang terpisah, yang disebutkan “Go To Eat,” yang mempunyai tujuan untuk menggerakkan makan di luar. Panel mereferensikan supaya orang tidak lakukan perjalanan ke dan dari wilayah yang sudah alami kenaikan infeksi yang cepat.

Baca Juga : Permainan Judi Slot Online Terpercaya Bird Paradise