Permainan Tradisional Dari Jepang Yang Masih Ada Sampai Sekarang

Jepang sudah mengenalkan bermacam tipe mainan tradisionil yang melipur beberapa anak dari periode ke periode. Walau telah masuk zaman kekinian, kenyataannya banyak beberapa anak Jepang yang mainkan mainan tradisionil itu.

Mereka umumnya bermain permainan tradisionil itu pada tahun baru. Ini sekalian menunjukkan jika angkatan muda di Jepang benar-benar semangat dengan budaya-budaya di masa lampau dan tidak biarkan raib demikian saja. Berikut beberapa permainan tradisionil yang populer di Jepang sampai saat ini.

Shogi

Shogi sebagai catur ciri khas Jepang yang bernama banyak dikenali lewat beberapa episode di dalam film atau anime Jepang yang tampilkan permainan tradisionil dimainkan oleh 2 orang ini. Berlainan dengan catur yang warna hitam putih, kotak dalam papan permainan shogi sejumlah 9 jalur dan 9 baris dan kesemuaannya warna sama. Ke-2 pemain akan mainkan bidak di masing-masing tempatnya.

Baca Juga : Permainan Tradisional Dari Jepang Yang Masih Ada Sampai Sekarang

Keunikan shogi ialah dapat mainkan kembali bidak musuh yang sudah diamankan. Pemain yang pertama mengambil langkah disebutkan sente, sedang pemain pembikin cara ke-2 disebutkan gote. Sama dengan catur, permainan shogi dipandang usai sesudah juara lakukan skakmat pada bidak raja punya musuh atau umum disebutkan tsumi.

Ayatori

Bila kalian pencinta anime Doraemon, tentu sudah kenal kembali dengan permainan karet asal Jepang yang sering dimainkan oleh Nobita. Permainan namanya ayatori ini cuman membutuhkan seutas tali sejauh 120 cm yang nanti akan dibuat jadi sebuah skema memakai jari-jari tangan pemainnya.

Ayatori bukan hanya dapat dimainkan oleh seseorang, tetapi bisa juga dimainkan oleh 2 orang dan ditandingkan dengan beberapa ketentuan. Seseorang pemain menggenggam tali sekalian membuat suatu skema atau wujud, sedang pemain yang lain membuat skema yang lain dengan tali yang lain. Bila ada kekeliruan atau tali yang menghancurkan wujud tali jadi tidak teratur, karena itu mereka dipastikan kalah. Berlainan dengan di Indonesia yang mempunyai permainan sama menggunakan karet gelang, ayatori ialah seni melipat tali ciri khas Jepang dengan tali karet yang khusus.

Menko

Menko sebagai permainan kartu tradisionil yang bermotif watak ciri khas Jepang dan dibuat dari kertas tebal atau karton. Wujud kartu menko dapat berbentuk persegi atau lingkaran. Permainan ini dapat dimainkan oleh 2 orang ataupun lebih dengan main yang tidak berbeda jauh dengan permainan kartu bermotif yang kita kenalan di Indonesia. Pemain pertama akan menempatkan kartunya di atas papan kayu, sedang pemain musuh melempar kartunya untuk usaha mengubah kartu pemain pertama lewat embusan angin dari kartu yang dia lemparkan barusan. Juara ditetapkan oleh pemain yang sukses mengubah kartu musuh sebanyaknya dan memiliki hak ambil kartu-kartu itu.

Tako

Sama seperti seperti pada Indonesia, Jepang juga mempunyai permainan layang-layang dengan berbagai beberapa gambar menarik. Tako dipercaya pertama kalinya dikenalkan di Jepang pada masa Nara (710-794 M) oleh beberapa biksu Buddha dari Tiongkok. Tiap daerah Jepang mempunyai wujud dan mode layang-layang uniknya yang berbeda. Tako umumnya mempunyai design yang berarti spiritual dan simbolis dengan memvisualisasikan watak-karakter dari narasi rakyat di Jepang. Disamping itu, memiliki bentuk yang lumayan besar membuat jadi daya magnet tertentu hingga ada banyak festival khusus menerbangkan layang-layang ciri khas Jepang ini.

Takeuma

Takeuma dapat disebut seperti permainan tradisionil iconic di Indonesia, yakni Egrang. Langkah permainannya juga serupa dengan bermain Egrang di Indonesia. Memakai 2 biji bilah bambu panjang dengan bambu kecil di sepertiga sisi bawah tongkat sebagai injakannya, takeuma cukup susah dikontrol saat dinaiki. Berlainan dengan Egrang dimainkan bebas, Takeuma umumnya dimainkan oleh orang Jepang dengan kenakan pakaian tradisionil mereka yakni kimono atau yukata.