Keunggulan Sistem Pendidikan Di Jepang

.

Jepang sebagai salah satunya negara maju. Tanda itu bukan hanya dari keadaan ekonomi tetapi mekanisme pengajaran yang melahirkan pribadi dengan kualitas yang unggul. Tidak itu saja, Jepang populer dengan budaya dan beberapa orang yang pandai, sehat, sopan dan arif. Hal itu ialah dari hasil mekanisme pengajaran Jepang yang sukses dalam mendidik pelajar-siswinya. Ada beberapa kelebihan khusus dari mekanisme pengajaran di Jepang yang unik dan berlainan dengan mekanisme pengajaran di Indonesia.

Etika Lebih Khusus Ketimbang Pengetahuan

Di sekolah landasan Jepang, siswa-murid tidak memperoleh ujian sampai kelas 4. Ujian yang diterimanya cuman ujian simpel dan bukan pemasti khusus perubahan akademik mereka. Mekanisme pengajaran Jepang mengutamakan jika tiga tahun pertama pada pengajaran landasan yang paling penting ialah meningkatkan etika dan watak mereka, bukan memandang dari kekuatan mereka untuk belajar atau tingkat pengetahuan mereka mengenai pelajaran.

Pelajar-siswa SD akan diberikan nilai-nilai kehidupan landasan yang perlu seperti hormat ke seseorang dan kurang kuat halus pada hewan dan menghargakan alam. Disamping itu mereka akan diajari bagaimana jadi individu yang arif, penuh kasih sayang, dan mempunyai empati. Bukan hanya itu, mereka akan diajar bagaimana mempunyai sikap berani, mengatur diri dan berlaku adil.

Musim Masuk Sekolah Pada 1 April

Musim masuk sekolah di Jepang bermula pada tanggal 1 April. Ada banyak argumen kenapa tanggal itu diputuskan sebagai tanggal pertama masuk sekolah. Yang pertama bulan April sebagai musim bunga sakura yang mekar. Karena itu beberapa siswa-murid akan melihat panorama cantik saat di Jalan saat masuk sekolah. Ini bisa memberi dampak suka saat ada penekanan untuk memulai musim belajar mengajarkan.

Baca Juga : Permainan Tradisional Dari Jepang Yang Masih Ada Sampai Sekarang

Aktivitas akademis di Jepang dipisah dalam 3 trmester atau caturwulan yakni 1 April – 20 Juli, 1 September – 26 Desember, dan 7 Januari – 25 Maret. Hasilnya semakin banyak hari liburan yakni 6 minggu pada musim panas dan dua minggu pada musim dingin dan musim semi.

Tidak Ada Petugas Kebersihan di Sekolah

Sejumlah besar sekolah di Jepang tidak memperkejakan petugas kebersihan. Nyaris serupa seperti pada Indonesia, beberapa pelajar ditugaskan untuk bersihkan tidak cuma kelas tetapi semua sekolah. mulai dari kelas, lorong kelas, sampai toilet sekolah. Semua tingkat dan kelas mempunyai sisi dan pekerjaan untuk bersihkan sisi sekolahan, di mana tiap tahun pembagian pekerjaannya selalu berganti-gantian. Dengan mekanisme ini diinginkan beberapa pelajar untuk latihan bekerja bersama dan saling bantu-membantu. Disamping itu tentu saja akan menghargakan kebersihan sekolah, karena keadaan kebersihan sekolah ialah tanggung jawab bersama.

Tuntunan Belajar Benar-benar Diminat

Budaya belajar telah dimasukkan semenjak masih kecil. Beberapa anak SD di jepang telah mengikut aktivitas tuntunan belajar yang umumnya dilaksanakan pada malam hari. Karena itu seringkali banyak beberapa anak yang pulang malam sesudah mengikut tuntunan belajar. Hasilnya, siswa-murid di Jepang jarang mengulang-ulang kelas.

Mata Pelajaran Tradisionil

Sebagai negara maju, Jepang populer dengan bagaimana mereka jaga kebudayaan mereka. Walau digolongkan sebagai negara maju, sedikit pada mereka yang kuasai bahasa Inggris karena mereka lebih senang dalam bahasa sendiri. Ini ialah bentuk dari kebanggaan budaya mereka sendiri daripada mengikut tren terkenal dari negara barat. Untuk mendapatkan hal itu, beberapa pelajar memperoleh pelajaran tradisionil jepang terhitung kaligrafi dan kesusastraan Jepang.

Pemakaian Seragam Untuk Tingkat Menengah dan Atas

Pemakaian seragam di mekanisme pengajaran benar-benar unik. Di tingkat sekolah landasan, beberapa pelajar landasan tidak memakai seragam. Ini untuk memberi kenyamanan pada beberapa anak sepanjang ada di sekolah. Namun saat masuk di tingkat lanjut dan atas, mereka akan memakai seragam. Pemakaian seragam ini untuk menghindar tertimpangan sosial antara pelajar-siswa dan supaya mereka lebih tingkatkan rasa sosial antar pelajar